Kamis, 01 April 2010

Sejarah Processor INTEL

Kamis, 01 April 2010 0
Berikut adalah sedikit sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya yang berhasil disarikan.
  • Debut Intel dimulai dengan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak calculator , pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.
  • Berikutnya muncul processor 8 bit pertama i8008 (1972), tapi agak kurang disukai karena multivoltage.. lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40 pins. Kemudian muncul juga processor2 : MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst. Z80 full compatible dengan i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda (tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit (dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.
  • Pada tahun 77 muncul 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya penggunaan single voltage +5V (implementasi s/d 486DX2, pd DX4 mulai +3.3V dst).
  • i8086, prosesor dengan register 16-bit, bus data eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Direlease thn 78 menggunakan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga harganya menjadi sangat mahal.
  • Maka utk menjawab tuntutan pasar muncul i8088 16bit bus internal, 8bit bus external. Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008. IBM memilih chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih murah daripada i8086. Kalau saja CEO IBM waktu itu tidak menyatakan PC hanyalah impian sampingan belaka, tentu saja IBM akan menguasai pasar PC secara total saat ini. IBM PC first release Agustus 1981 memiliki 3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT (extended technology). Chip i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan sebuah chip yang dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi nama V20 dan V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel sampai level bahasa assembly (software).
Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh dengan program yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa program yang dibuat untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar bus)
  • Lalu muncul 80186 dan i80188.. sejak i80186, prosessor mulai dikemas dalam bentuk PLCC, LCC dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk bujursangkar dengan 17 kaki persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi (PGA) dan mulai dari i80186 inilah chip DMA dan interrupt controller disatukan ke dalam processor. semenjak menggunakan 286, komputer IBM menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced Technology)dan mulai dikenal pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga mulai dikenal penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit , para cloner mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang compatible penuh dengan intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected Virtual Adress Mode yang memungkinkan dilakukannya multitasking secara time sharing (via hardware resetting).
  • Tahun 86 IBM membuat processor dengan arsitektur RISC 32bit pertama untuk kelas PC. Namun karena kelangkaan software, IBM RT PC ini “melempem” untuk kelas enterprise, RISC ini berkembang lebih pesat, setidaknya ada banyak vendor yang saling tidak kompatibel.
  • Lalu untuk meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat i80286, prosesor dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode protected terbatas yang dikenal dengan mode STANDARD yang menggunakan memori addressing 24-bit yang mampu mengakses maksimal 16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja kompatibel penuh dengan chip-chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan beberapa set instruksi baru. Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada desain hardware-nya, sehingga gagal mengumpulkan pengikut.
  • Pada tahun 1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal 32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya, dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing 32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB , dan tidak lupa tambahan beberapa instruksi baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array)
Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara internal . Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst.
Macam-macamnya :
i80386 DX (full 32 bit)
i80386 SX (murah karena 16bit external)
i80486 DX (int 487)
i80486 SX (487 disabled)
Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)
i80486DX2
i80486DX2 ODP
Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)
Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)
i80486DX4
i80486DX4 ODP
i80486SX2
Pentium
Pentium ODP

  • Sekitar tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled . Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya.
  • AMD dan Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip yang sekelas.
  • Tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor).. jadi Card VGA PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya.
  • Tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8 . Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya . Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe) .
  • Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5 ? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005)
Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.

Tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang digunakan AMD . Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz . Spesifikasi Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005)
Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen ? Sewaktu Intel menyatakan membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium MMX.

Tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus.
Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor. Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
Pertama, memperlebar jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di Multithreading / Multiple Processor. ( sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT)
Kedua, memungkinkan upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF socket 9 , bisa seluas Form Factor(MB)nya sendiri konsep hemat space ini sejak 8088 juga sudah ada .Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.
Ketiga, memungkinkan penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti AMD / Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII (karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data / makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII thn depan direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.

Windows Server 2003


Windows Server 2003 merupakan sebuah versi Sistem Operasi (SO) Microsoft Windows yang ditunjukan untuk pasar server korporat. Nomor versi internalnya adalah Microsoft Windows NT 5.2 build 3790. Dulunya dikenal dengan .NET Server atau Whistler Server. SO ini merupakan kelanjutan dari system Windows 2000 server.

Edisi Windows Server 2003
Windows Server terdiri dari beberapa edisi, di antaranya sebagai berikut :

a. Windows Server 2003 Standard Edition

b. Windows Server 2003 Enterprise Edition

c. Windows Server 2003 Datacenter Edition

d. Windows Server 2003 Web Edition

e. Windows Small Business Server 2003

f. Windows Storage Server 2003


Spesifikasi PC untuk instalasi Windows Server 2003
. Minimum Pentium II 133 MHz atau lebih tinggi.
• Hardisk minimum 2 GB dengan 1 GB free space.
• Memori (RAM) minimum 128 MB.
• Disk drive high-density 3.5-inch dan CD-ROM min 12x.
• Dispay VGA atau resolusi yang lebih tinggi.
• Mouse atau pointing devaice.
• NIC

Untuk processor sebaiknya anda gunakan Pentium 4 dengan speed 2 GHz atau lebih tinggi. Begitu pula memori disarankan minimum 256 MB atau lebih bergantung pada aplikasi yang digunakan. Perlu diperhatikan juga dalam penggunaan memori jika anda menggunakan memori yang besar misalnya 1 GB, maka harus ada keseimbangan dengan kapasitas cache L2 dari processor yang dipakai. Karena memori yang besar tanpa keseimbangan dengan cache L2 dari processor belum tentu performance sistemnya menjadi lebih baik (missal). Untuk itu disarankan jika memakai memori 1 GB sebaiknya anda gunakan processor Xeon karena processor jenis ini mempunyai memori cache L2 yang besar. Begitu pula dengan harddisk sebaiknya gunakan SCSI, kalau memungkinkan pakai jenis Ultra Wide atau Fast Ultra Wide untuk mempercepat proses dan minimum kapasitas harddisk sebesar 9 GB.
Untuk lebih memudahkan gunakan software VMware workstation version 5.

Aplikasi tersebut bisa di download di http://vmware.com, di karenakan software ini berfungsi untuk membuat PC dalam PC jadi untuk belajar jaringan computer anda tidak perlu dua atau lebih computer yang saling berhubungan. Anda cukup menggunakan software VMware.

Spesifikasi PC untuk software VMWARE versi 5
Untuk menggunakan Software tersebut spesifikasi komputer anda harus melebihi spesifikasi syarat menggunakan Windows Server 2003 :
• Minimum Pentium 4 2.0 MHz atau lebih tinggi.
• Hardisk minimum 40 GB dengan 5 GB free space untuk Windows Server 2003
• Memori (RAM) minimum 512 MB dibagi 2 menjadi 256 untuk PC anda 256 untuk Windows Server 2003.
• Disk drive high-density 3.5-inch dan CD-ROM min 12x.
• Dispay VGA atau resolusi yang lebih tinggi.
• Mouse atau pointing devaice.
• NIC

Baiklah !!! pada sebelumnya telah dibhas spesifikasi PC untuk penginstalan Windows Server 2003. Sekarang kita beralih ke Langkah-langkah penginstalan Winser 2003 melalui Vmware.

Prosedural Instalasi
1. Hidupkan computer dan masukan CD_ROM Windows Server 2003 jangan merubah seingan BIOS anda.
2. setelah masuk windows jalankan software VMware yang telah anda instalasi pada operating system computer anda. Seperti contoh dibawah ini:


3. Click "New Virtual Machine" untuk membuat baru virtual machine yang akan anda buat setelah itu akan tampil untuk memilih konfigurasi virtual machine.


4. Jika anda ingin memilih konfigurasi lebih specific anda bisa memilih radio button Custom dan jika default Typical. Click next untuk memilih operating system yang akan diinstalasikan, karena kita akan menginstalasi Microsoft Windows Server 2003 maka pilih Microsoft Windows dan versi Microsoft Windows Server 2003 Enterprise Edition seperti tampilan dibawah ini :


5. Masukan nama Virtual Machine dan pilih lokasi dimana anda ingin menyimpan file tersebut, misalkan pada D:\VMware\Windows Server 2003\


6. Pilih Network connection jika anda sudah mempunyai NIC yang terpasang pada computer anda pilih Use Bridged Networking.


7. Masukan kapasitas Harddisk anda minimal 4 GB dan harus ada space kosong pada drive dimana anda menyimpan file Virtual Machine tersebut.


8. Setelah click finish maka anda telah membuat Virtual Machine anda.


9. Anda bisa memodifikasi devices anda misalkan anda ingin menambahkan devices atau menambah memori anda dengan memilih VM/setting atau dengan menekan Ctrl-D. Untuk mempercepat proses instalasi rubah CD-ROM (IDE:1.0) auto detect dengan drive CD-ROM anda pada Use Physical drive, misalkan CD-ROM anda pada drive J dan akan berubah menjadi using drive J.


10. Setelah selesai penyetingan devices jalankan Virtual Machine anda dengan click Start Virtual Machine. Maka tampilan akan seperti kita menginstalasi windows seperti biasanya.


11. Setelah masuk pada Welcome to Setup Windows Server 2003 Enterprise Edition, click pada layer agar cursor masuk pada Virtual Machine anda, untuk mengeluarkan cursor pada Virtual Machine anda tinggal tekan Ctrl-Alt. Tekan Enter untuk instalasi.

12.Pada proses pilihan format partition yang dapat anda gunakan terlihat ada dua pilihan system format. Jika anda memakai format system FAT berarti anda masih bisa menggunakan boot dari disket yang menggunakan system DOS untuk melihat isi Harddisk. Jika menggunakan system NTFS maka harddisk anda sudah tidak dapat dibaca lagi melalui disket boot system DOS.

13.Pilih Format the partition using the NTFS file system , terjadi proses format harddisk dan penyalinan file. Setelah computer Virtual Machine anda melakukan boot ulang akan tampil menu utama Windows dengan proses instalasi peralatannya.


14. Beberapa saat tampil kotak Regiional dan Language Option. Anda dapat mengubah standart format angka, mata uang, dan tanggal yang diberikan tersebut dan memilih sesuai dengan format Negara anda dengan klik tombol Customize. Jika tidak klik Next.

15. Tampil kotak isian untuk nama dan organisasi, isi dan lanjutkan. Anda diminta untuk memasukan nomor seri dari Windows Server 2003 tersebut, isi lalu klik Next.

16. Tampil mode license apakah menggunakan Per Server atau Per Device or Per User.


  • Per Server. Number of Concurrent connection : Menyatakan jika user (klien) logon pada satu Server maka user tersebut harus mempunyai satu license. Seandainya user yang sama juga dengan Server yang lain sehingga user tersebut berhubungan dengan dua Server, maka user harus mempunyai dua license dan seterusnya.
  • Per Device or Per User : Menyatakan perhitungan license berdasarkan pada workstation yang logon pada domain, bukan berdasarkan banyaknya user berhubungan pada Server.

Jika anda hanya menggunakan satu Server sebaiknya pilih Per Server karena biaya licensenya lebih murah. Isi jumlah klien sesuai yang dibeli. Setiap anda beli Windows Server 2003 maka standar license yang diperbolehkan adalah untuk lima klien, selebihnya harus membeli tambahan license tersebut.

17. Selanjutnya tampil kotak dialog Computer Name and Administrator Password. Ketik nama computer pada computer name, missal SEMICO, dan ketik password untuk administrator dan ulangi untuk pengetikan password pada kotak isian confirm password lalu lanjutkan.


Jika password anda buat sangat sederhana maka akan tampil peringatan apakah anda tetap menggunakan password ini dengan klik YES atau mengulang pengetikan dengan cara klik tombol NO.


18. Tampil Date anda Time Setting
  • Date & Time : Isi hari, bulan, tahun serta jamnya sesuai dengan waktu anda.
  • Time Zone : Dengan bantuan tombol pilihan, missal pilih (GMT +07) Bangkok, Hanoi, Jakarta karena berada di Indonesia.

19. Beberapa saat kemudian tampil pilihan setting jaringan seperti terlihat dibawah ini. Pilih Typical setting lalu lanjutkan.


20. Tampil pilihan apakah Server ingin dijadikan sebagai Workgroup atau anggota dari computer Domain. Jika merupakan server pertama pada jaringan, pilih seperti gambar dibawah ini lalu lanjutkan dan ikuti prosesnya sampai selesai dan computer boot ulang


21. Setelah boot ulang masuk ke login ketikan User Administrator dan password anda. Maka akan tampil seperti dibawah ini PC di dalam


Selamat Mencoba !!!

>>> GOOD LUCK <<<

 
Pondok 'isz' TKJ ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates